SELAMAT DATANG DI WEB REGINA WAREMRA
Tampilkan postingan dengan label Zaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Zaman. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Desember 2018

Tokoh Matematika

Perkembangan matematika begitu luar biasa dari waktu ke waktu. Perkembangan ini tidaklah terjadi begitu saja, tetapi ada tokoh-tokoh penting dibalik perkembangan matematika sampai saat ini, seperti:

  1. Thales (624-550 SM), Thales dapat disebut matematikawan pertama yang merumuskan teorema atau proposisi. Tradisi ini menjadi lebih jelas setelah dijabarkan oleh Euclid. Landasan matematika sebagai ilmu terapan rupanya diletakkan oleh Thales sebelum munculnya Pythagoras yang membuat bilangan.
    Thales
  2. Pythagoras (582-496 SM), Pythagoras adalah orang yang pertama kali mencetuskan aksioma-aksioma, postulat-postulat yang perlu dijabarkan terlebih dahulu dalam mengembangkan geometri. Pythagoras bukan orang yang menemukan teorema namun ia berhasil membuat pembuktian matematis. Ia pun menemukan if-2 sebagai bilangan irrasional.
    Pythagoras
  3. Euclides (325-265 SM), Euclides disebut Bapak Geometri karena menemukan teori bilangan dan geometri. Subyek-subyek yang dibahas adalah bentuk-bentuk, teorema Pythagoras, persamaan dalam aljabar, lingkaran, tangen, geometri ruang, teori proporsi dan lain-lain. Alat-alat temuan Euclides antara lain mistar dan jangka.
    Euclides
  4. Archimedes (287-212 SM), Archimedes mengaplikasikan prinsip fisika dam matematika serta menemukan perhitungan phi dalam menghitung luas lingkaran. Ia adalah ahli matematika terbesar sepanjang zaman dan di zaman kuno. Tiga karya Archimedes membahas geometri bidang datar, yaitu pengukuran lingkaran, kuadratur dari parabola dan spiral.
    Archimedes
  5.  Appolonius (262-190 SM), konsep Appolonius mengenai parabola, hiperbola dan elips banyak memberi sumbangan bagi astronomi modern. Ia merupakan seorang matematikawan yang ahli dalam geometri.
    Appolonius
  6. Diophantus (250-200 SM), Diophantus merupakan Bapak Aljabar bagi Babilonia yang mengembangkan konsep-konsep aljabar Babilonia. Karya besar Diophantus berupa buku aritmatika, sistem aljabar. Bagian yang terpelihara dari aritmatika Diophantus berisi pemecahan kira-kira 130 soal yang menghasilkan persamaan-persamaan tingkat pertama.
    Diophantus

Ternyata dibalik rumus-rumus, teorema-teorema, aksioma-aksioma matematika yang begitu banyak ada sosok yang luar biasa ya. Untuk menghargai pengorbanan mereka yang sudah menemukan cara-cara yang memudahkan kita, sudah sepatutnya kita belajar lebih lagi apalagi belajar matematika.

Sejarah Matematika

Kita tahu bahwa matematika adalah ilmu yang sudah ada sejak dulu kala. Begitu banyak perkembangan dalam ilmu ini juga. Seperti perkembangan yang terjadi pada zaman-zaman ini:

  1. Pada zaman Mesopotamia, menentukan sistem bilangan dan sistem berat serta ukur untuk pertama kalinya. Tahun 2500 SM, sistem desimal tidak lagi digunakan dan lidi diganti oleh notasi berbentuk baji.
  2. Pada zaman Babilonia, sistem desimal dan phi sudah digunakan. Geometri astronomi, aritmatika sudah berkembang menjadi aljabar. Selain itu kalkulator dan teorema Pythagoras pun sudah digunakan.
    Sistem Bilangan Babilonia
  3. Pada zaman Mesir Kuno, rumus menghitung luas dan isi serta tripel Pythagoras sudah digunakan. Tahun 3100 S,  sistem bilangan dan simbol serta sistem angka bercorak aditif dan aritmatika serta sistem angka sudah dikenal. Tahun 300 SM, sistem bilangan berbasis 10 sudah digunakan.
    Sistem Bilangan Mesir Kuno
  4. Pada zaman Yunani Kuno, Pythagoras membuktikan teorema Pythagoras secara matematis, Al Khwarizmi mencetus konsep nol, Archimedes mencetuskan nama parabola dan membuat geometri bidang datar. Selain itu juga Hipassus penemu bilangan irrasional, Diophantus penemu aritmatika, dan bilangan prima sudah dikenal pada zaman ini.
    Sistem Bilangan Yunani Kuno
  5. Pada zaman India, Aryabtha (4018 SM) menemukan hubungan keliling sebuah lingkaran dan memperkenalkan pemakaian nol dan desimal. Brahmagyupta menemukan bilangan negatif, geometrinya sudah mengenal tripel Pythagoras, teorema Pythagoras, tranformasi dan segitiga pascal.
    Sistem Bilangan India
  6. Pada zaman China, tahun 3000 SM sifat-sifat segitiga siku-siku sudah dikenal. Angka negatif, bilangan desimal, sistem desimal, sistem biner, aljabar, geometri, trigonometri dan kalkulus telah dikembangkan. Metode untuk memecahkan beberapa jenis persamaan juga telah ditemukan salah satunya adalah sistem horner.
    Sistem Bilangan China
Dari penjelasana diatas membuktikan bahwa matematika adalah ilmu yang sudah ada sejak dulu. Perkembangan matematika sungguh luar biasa dan akhirnya menjadi ilmu yang sangat penting sampai saat ini.